Kata Mels

Balada Sterilisasi Busway di Jakarta

Sejak Agustus tahun yang lalu Pemda DKI telah menerapkan pemberlakuan sterilisasi jalur busway. Dengan adanya sterilisasi, jalur busway hanya boleh dilewati oleh bus Transjakarta. Para pelanggar akan dikenai tilang.

Sejak sosialisasi sampai akhirnya diberlakukan, banyak antisipasi yang bertujuan untuk mendukung peraturan tersebut. Mulai dari dibangunnya palang pintu jalur busway, sampai pengawalan oleh petugas dari Dishub dan polisi.  Salah satu koridor dengan palang pintu adalah koridor VI yang melewati Ragunan-Dukuh Atas. Petugas mengawal semacam mesin untuk membuka dan menutup palang memasuki jalur busway. Diharapkan dengan adanya antisipasi tersebut jalur busway menjadi steril. Eh, apa iya?

Seperti kata pepatah, yang tampaknya hanya berlaku di Indonesia saja, peraturan dibuat untuk dilanggar. Selalu ada cara untuk mengakali peraturan tersebut, mulai dari kucing-kucingan dengan polisi sampai memberi uang pelicin.

Pengalaman itu saya alami saat menaiki Kopaja menuju kantor pada hari itu. Hampir setiap pagi jalur Ragunan menuju Warung Buncit padat merayap. Namun, inilah seninya naik Kopaja di Jakarta, sopir selalu punya cara untuk mengakali aturan yang ada.

Begitu memasuki kepadatan, dia mengarahkan Kopajanya ke jalur steril. Karena ada palang yang menghalangi, sang sopir tampak berteriak memberi kode kepada seorang petugas yang berdiri di mesin pembuka tutup palang sekitar 100 meter ke depan. Seolah sudah paham dengan kode sang sopir, palang itu perlahan-lahan mulai terbuka.

Setelah sukses masuk ke jalur busway, kali ini sang sopir berteriak (tanpa kode lagi) ke kondekturnya. “Hey, kasih duit ke petugasnya dulu!”. Beberapa kali. Sekelebat saya lihat kondektur turun. Setelah itu melengganglah Kopaja yang saya tumpangi melewati kepadatan jalan itu.

So thats how it works in Jakarta. Terlepas dari kelakuan sopir Kopaja, yang memang sudah terkenal bandel, bukan tidak mungkin dia hanya segilintir dari lebih banyak pengendara lain yang berusaha mengakali peraturan. Saya pun nggak mau menyalahkan petugas yang terlalu lembek. Lha, polisi saja masih bisa diakali kok oleh pengendara-pengendara bandel.

Baiklah!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply ketut epi March 1, 2011 at 4:07 am

    rajin banget ya update blognya. pindah alamat pula… jadi makin merasa terbelakang 😀 😀

    ngomong2 soal busway, aku kok masih pesimis ya, klo yg satu ini bisa jd solusi kemacetan jkt

    • Reply mels March 1, 2011 at 9:00 am

      *sotoy mode: on* sekarang emang belom jadi solusi ktut, tapi klo pelayanan diperbaiki, armada diperbanyak, trayek ditambah mungkin bs jadi alternatif solusi… yang penting pemda buruan bikin deh moda transportasi massalnya *sotoy mode: off* 😀

    Leave a Reply