Thoughts

Happy Mothers Day!

Di postingan ini saya pernah menyebutkan 10 alasan yang membuat saya sangat mencintai ibu saya. Ibu saya jika orang melihatnya adalah seorang penggembira, namun sebetulnya beliau sangat perasa.

Beberapa minggu yang lalu, saya dan beliau ngobrol ngalor-ngidul di ruang keluarga. Pada momen tersebut saya menceritakan soal serah terima rusunami saya. Ketika itu juga saya melontarkan candaan, “Ma, kalau setelah serah terima ini aku pindah ke (rusunami) gimana?”. Pada waktu itu ibu hanya berkomentar ringan, “Ngapain cepat-cepat. Nanti saja kalau kamu sudah menikah.” Saya cuma nyengir dan setelah itu pembicaraan beralih ke soal lainnya.

Setelah ngalor-ngidulnya selesai saya masuk ke dalam kamar dan dari balik pintu saya mendengar ibu menelepon ayah yang sedang berada di luar kota. Saya tentu saja segan menguping pembicaraan orang tua, namun lamat-lamat saya dengar ibu terisak-isak. Eh, ada apa ya? Ibu rupanya memberitahukan ayah soal candaan saya barusan. Ceritanya terdengar emosional dan beliau sempat terdengar bicara “Kalau dia pindah rumah nggak rame lagi, yah”. Duh, jadi terharu.

Ibu saya memang perasa. Jangankan jika persoalan tersebut menyangkut anak-anaknya, menonton sinetron saja beliau bisa tersedu-sedu. Padahal ibu saya adalah perempuan yang kuat. A superwoman. But like one story said, God gave women tears exclusively to use whenever it is needed.

Mom, there’s no way i can pay back for everything you did for me, mas Yoyok and dik Wulan.  I love you, i love you! Happy mothers day!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply