Saya

Ketika Memutuskan untuk Berhijab

DSC_0171

Hari Jumat yang lalu saya berulang tahun yang ke 3* tahun. Nggak perlu disebutkan ya karena seperti kata pepatah, age is just a number. *Halah*

Anyway, setiap berulang tahun saya selalu membuat janji pada diri sendiri. Janji itu adalah menjadi manusia yang lebih baik dari usia sebelumnya.

Tahun ini janji untuk menjadi lebih baik itu saya definisikan menjadi: memakai hijab alias berjilbab.

Kenapa bisa membuat lebih baik? Saya berharap dengan berhijab kualitas ibadah saya kepada Yang Maha Memberi Kehidupan menjadi lebih baik. Kualitas diri saya sebagai pribadi juga lebih baik, karena berhijab juga berarti menjaga perilaku sebagai seorang Muslimah, setiap harinya.

Jadi begitulah, satu hari setelah resmi menginjak usia 3*, saya memutuskan untuk berhijab. Yah, mungkin juga karena saya sudah mendapatkah hidayah-NYA.

Reaksi orang-orang terhadap perubahan penampilan saya tentu saja beragam.

Buat suami, well, dia sih sudah nggak kaget karena sebetulnya saya sudah lama banget mengungkapkan niat saya untuk berhijab. Baru niat.

Reaksi keluarga inti juga biasa. Karena, lagi-lagi, niat menutup aurat itu sudah lama saya utarakan.

Reaksi rekan sekerja tentu saja kaget. Karena sebelumnya saya tidak pernah memberi tanda-tanda. Tapi reaksinya positif dan selalu diawali dengan “Alhamdulillah ya”.

Sejauh ini saya merasa nyaman dengan penampilan baru saya. Walau harus saya akui saya, yang hampir nggak pernah bisa bertindak spontan, telah mempersiapkan dari segi penampilan sejak sebulan yang lalu. Diawali dengan menghindari pakaian ketat. Menjaga penampilan tidak seksi. Terakhir, menutup rambut dan aurat.

Doakan semoga saya mantap.

Insya Allah.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply