Lifestyle, Rekomendasi, Review, Traveling

Pengalaman Sailing dan Liveaboard 3 Hari 2 Malam Labuan Bajo

Waktu pertama bikin rencana ke Labuan Bajo, otak ini sebenarnya udah muter. Mau experience liburan standar atau enggak. Yang nyebelinnya suami menyerahkan ke gue sepenuhnya: standar sama dengan tidak liveaboard, enggak berarti mencoba pengalaman sailing dan liveaboard di laut Labuan Bajo.

Setelah itung kancing, eh, itung budget deng dan pros and cons-nya akhirnya gue pun memutuskan untuk opsi kedua alias sailing. Nekat sih buat ukuran gue yang kurang nyaman naik kapal lama-lama. Tapi sekali seumur hidup why not? Suami? Dia sih cuma mengingatkan “Ini pilihan kamu ya”. Dan “No ngeluh-ngeluh”, tambahnya.

Jadi, nih, kami sailing di laut Labuan Bajo. Persiapan dulu:

Pertama, pilih paket dan tur. Gue anaknya nggak mau ribet, jadi selama paketnya dijual di marketplace ya kita sikat. Pilihan paketnya tentu yang 3 hari 2 malam, open trip no problem, tapi kabin private alias yang sekamar berdua dan enggak terlalu crowded alias bukan kapal besar karena gue orangnya introvert. Terakhir, harga yang nggak bikin jebol kantong tapi nggak kemurahan juga.

Kedua, pilih penerbangan ke Labuan Bajo sehari sebelum jadwal sailing dan pulang ke Jakarta sehari setelah sailing. Biar nggak buru-buru, lah.

Ketiga, baru deh pilih penginapan. Yang buat kedatangan pilih hotel yang standar karena sekalian mau lihat kondisi, yang hari terakhir baru deh go show. Cari yang spekta, dong!

Pengalaman Sailing Liveaboard di Laut Labuan Bajo

Hari pertama, keberangkatan agak molor dari jadwal jam 10 pagi. Important note: kalau mau sailing lebih baik di atas bulan April, karena Januari-Februari itu green season alias sering hujan alias cuaca kurang ideal untuk melaut. Tapi Alhamdulillah walaupun goncangan sih ada lah tapi sepanjang jalan tanpa insiden berarti di kapal.

Hari pertama tujuannya berubah dari itenerary karena baru diizinkan melaut oleh otoritas jam 13. Hari itu tujuannya ke Pulau Kelor (trekking), Manjarite (snorkeling) dan lihat sunset di Pulau Kelelawar dari atas kapal. Sisanya kita berlayar dan berlayar.

Hari kedua, padat. Dimulai dari lepas sunrise di Pulau Padar. I gotta be HONEST. I sucked at trekking. Ini kayaknya kode alam bahwa gue harus balik lagi karena belum sampai puncak dari seribu tangga eh sudah semaput.

Lanjut ke Pink Beach, Pulau Komodo lalu ditutup dengan sunset di Taka Makassar. Di perairan Taka suami sempat snorkeling juga ke Manta Point. Katanya sih ketemu Manta (a giant stingray), tapi gagal foto bareng. Btw natural beauty wise, Pink Beach and Taka are the most beautiful

Hari ketiga is just one destination: Kanawa Island. You can go snorkeling or just sightseeing. Budget wise, di sini lokasi paling affordable untuk urusan ngemil cantik. Karena harganya wajar. Di pulau-pulau yang lain sih kaget-kaget banget lah harganya. Tapi kalau mau beli suvenir, di semua pulau rata-rata harganya sama atau beda tipis.

After Kanawa Island, it is time to sail back to Pelabuhan Labuan Bajo.

Based on my experience only. Here’s Pros and Cons Sailing in Labuan Bajo:

Pros: sailing artinya enggak terlalu capek karena habis beraktivitas bisa langsung molor atau ya kontemplasi sambil lihat lautan bisa juga, makan tetap terjamin karena ada chef nya jadi jangan khawatir makannya nggak fresh, tempat tidur ngepas berdua untuk paket standar tapi ada AC kok (itu kan yang penting). Meeting new people.

Cons: goyang shay, bahkan turun dari kapal masih kayak gempa (hahaha norak banget ya). Mandi enggak santai karena terbatas air bersihnya, plus sharing juga kamar mandinya.

Important note: Buat yang phobia tempat serba sempit gue rekomendasikan untuk beli paket luxury deh kalau sailing dan liveaboard di Labuan Bajo, yang minimal Rp 5 juta/ orang atau private boat sekalian, biasanya dapat kamar dengan ranjang ukuran queen ke atas plus kamar mandi dalam. Kalau punya rejeki lagi i might try one. Insya Allah.

I hope you guys enjoy reading this as much as i am. And pardon my mixed languages hehe. Go sailing again? Definately YES!

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Melsetyorini (@simplymels_)

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply