Review, Traveling

Review Glamping di Bogor: Herman Lantang Camp

Beranjak sejenak ke luar Jakarta, hari itu kami mengarahkan mobil kesayangan ke Bogor, tepatnya menuju ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Mau ngapain? Glamping ke Herman Lantang Camp!

Herman Lantang Camp (HLC) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak adalah salah satu lokasi glamping favorit di Bogor. Di atas properti yang telah dimiliki oleh pencinta alam kenamaan, Herman Lantang, sejak 1987 itu berdiri 24 tenda berukuran double queen permanen yang berjejer rapi. 

Jejeran tenda yang bisa diisi sampai 4 orang dewasa itu dipisahkan oleh tanaman pucuk merah yang membentuk pagar di area kurang lebih 4×4 meter. Di masing-masing area tenda terdapat sebuah bale-bale serta kamar mandi yang dilengkapi dengan toilet duduk dan shower sederhana. Cukup modern hingga camping di HLC disebut dengan glamping (glam camping). 

Namun yang paling istimewa dari camping ground ini tentu saja lokasinya yang strategis di kaki Gunung Salak. Bahkan, untuk mencapai Curug Nangka hanya perlu ditempuh dengan berjalan saja sekitar 500 meter. Jika masih kuat nanjak ada juga Curug Daun dan Curug Kawung yang bisa dijelajahi. Waktu saya ke saya Curug Nangka sudah kering hingga harus naik ke atas untuk lihat air mengalir. Sayang banget, padahal selama di sana beberapa kali hujan menyapa kami. Bahkan cukup deras di waktu malam.

Anda juga bisa cuci mata di kawasan hutan pinus yang cukup apik. Tapi hati-hati ya, sebab ada monyet liar yang mungkin nongol mengagetkan Anda.

Kembali ke Herman Lantang Camp, bagaimana reviewnya? Ini dia:

Baca Juga: Ke Dieng? Coba Menginap di Tani Jiwo Hostel

Pros

  1. Lokasi: seperti yang sudah saya sebut, lokasi paling juara deh. Jalan menuju ke Taman Nasional Gunung Halimun-Salak juga nggak terlalu challenging, kok.
  2. Fasilitas: Buat saya yang baru pertama kali glamping, fasilitas cukup memadai. Kamar mandi bersih check, kasur (lumayan) empuk check, bantal empuk check, selimut adem check, lampu penerangan dan colokan listrik check, bahkan wi-fi juga ada walaupun saya nggak sampai nyobain sebaik apa sinyalnya. Yang jelas provider kesayangan (kami berdua pakai Telkomsel dan XL) sinyalnya joss banget di sini. Oh ya, karena kami datang ke sini saat masih pandemi protokol kesehatan juga terjaga dengan baik dengan kondisi tenda bersih dan sudah dibersihkan dengan disinfektan, seprai-selimut semuanya baru dan wangi. Nyamuk yang suka saya khawatirkan seliweran di alam terbuka ternyata nggak berani deket-deket. Nggak kepake Autan-nya! Hahaha.

Cons

  1. Makanannya kurang variasi. Jadi di sini kami disajikan makan tiga kali, siang-malam-sarapan. Siang dan malam masakan Sunda sedangkan sarapannya nasi goreng. Mungkin karena kami berdua sama-sama terbiasa dengan masakan spicy penuh bumbu jadi kurang cocok. Tapi tentu saja nggak masalah buat Anda yang suka Sundaan. Kalau sedang tidak pandemi, ada juga menu api unggun yang bisa dipilih, namun selama pandemi fasilitas ini ditiadakan.

Herman Lantang Camp sewaktu kami inapi hening sekali kala malam tiba tapi, katanya sih, bisa ramai sekali tergantung dengan musimnya. Di sebelah area camping ada juga saung-saung yang difungsikan sebagai rumah makan. Cuma sedang tutup karena pandemi. Hanya terlihat deretan warung UMKM yang buka dengan berbagai macam jualan mulai dari gorengan sampai makanan berat (warteg). Katanya tuan rumah HLC yang ramah, pandemi membuat kawasan Curug Nangka sepi, padahal kalau ramai parkiran mobil bisa meluber sampai ke pintu masuk Taman Nasional. Oh ya di sekitar HLC bakal banyak terlihat anjing penjaga. Jadi jangan kaget kalau melihat penampakan atau mendengar suara anjing bersahut-sahutan sewaktu-waktu. 

Begitu pagi menghampiri kami rasa area ini cukup hidup. Kami saja sampai berhati-hati menjaga social distancing. Tapi rasanya paling benar kalau di masa pandemi sudah berakhir datang ke sini beramai-ramai (> 2 orang) sambil membawa berbagai macam permainan. Jadi nggak garing dan maksimal menikmati kesegaran alamnya.

Budget wise: terjangkau sekali. Aslinya nginep semalam di sini di-charge Rp 830 ribu/ tenda tapi karena sedang masa promo kala itu kami mendapatkan diskon sekitar 30%. Rejeki sekali yah!

Overall untuk melepas penat sejenak di ibukota, glamping di sini cukup recomended. Silakan dicoba!

Overall Rating: 8/10

Baca Juga Review Lainnya: Radika Paradise di Gunungkidul

 

Previous Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply